Rabu, 30 November 2016

artikel Dadakan Globalisasi Pendidikan





PENDIDIKAN DAN GLOBALISASI DI INDONESIA

IZZUDDIN MUHAMMAD
IAIN Tulugagung Jl. Mayor Sujadi Timur 46 Tulungagung
redhenk313.blogspot.co.id

Latar Belakang
            Masyarakat Indonesia, dalam era globalisasi ini tidak dapat menghindar dari arus derasnya kompleksitas perubahan (Inovasi) sebagai akibat canggihnya teknologi informasi, telekomunikasi , tatanan ekonomi dunia yang mengarah pada pasar bebas,serta tingkat efisiensi dan kompetitif yang tinggi di berbagai bidang kehidupan. Suka/ tidak suka, mau/tidak bangsa Indonesia harus mengikutinya jika tidak akan ketinggalan dan mungkin disebut Negara “primitif”.
Pendahuluan
            Pengaruh Globalisasi sangat berpengaruh pada Masyarakat Indonesia, Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang.
Pengaruh dari Globalisasi
            Pengaruh yang ditimbulkan globalisasi pada suatu bangsa terjadi di berbagai bidang, antara lain : bidang ekonomi, politik, bidang social budaya, bidang pertahanan dan keamanan, bidang agama, bidang pendidikan, dan sebagainya. Globalisasi bisa dianggap sebagai penyebaran dan intensifikasi dari hubungan-hubungan bidang di atas yang menembus sekat-sekat geografis ruang dan waktu. Dengan demikian, globalisasi hampir melingkupi semua hal yang berkaitan dengan ekonomi, politik, kemajuan teknologi, informasi, komunikasi, transportasi, dll. Dimulai Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.
            Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone.
            Di bidang pendidikan, globalisasi memiliki dampak yang besar bagi perubahan pendidikan, baik secara sistem maupun kurikulum yang diajarkan. Globalisasi pendidikan di Indonesia juga ditandai oleh ambivalensi yaitu berada pada kebingungan, karena ingin mengejar ketertinggalan untuk menyamai kualitas pendidikan Internasional, kenyataannya Indonesia belum siap untuk mencapai kualitas tersebut. Padahal kalau tidak ikut arus globalisasi ini Indonesia akan semakin tertinggal.
            Namun, apa yang terjadi jika Indonesia tetap memaksakan dirinya untuk mengikuti arus globalisasi? Globalisasi pendidikan di Indonesia akan tambah tidak adanya kejelasan. Hal ini dikarenakan sistem pendidikan selalu berubah-ubah mengikuti perkembangan arus globalisasi yang tidak diimbangi dengan keadaan mayarakat Indonesia yang sedang dilanda “krisis moral atau hilangnya identitas atau jati diri” manusia serta “krisis ekonomi” yang sampai sekarang tak kunjung-kunjung selesai. Sehingga pengaruh global dalam pendidikan tidak dapat diterima secara menyeluruh oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Hal ini ditandai dengan pendidikan yang selalu mengikuti arus globalisasi yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia setingkat dengan kualitas pendidikan Internasional, tetapi pada kenyataannya Indonesia belum siap untuk mengikuti arus tersebut sehingga kualitas pendidikan di Indonesia masih tertinggal. Inilah yang sekarang menjadi problematika pendidikan di Indonesia.
            Sebaiknya bagaimana menyelesaikan permasalahan tersebut? Haruslah pendidikan di Indonesia memilki pemimpin yang paham akan keadaan Indonesia di atas yaitu yang sedang di landa krisis moral atau hilangnya identitas atau jati diri manusia serta krisis ekonomi. Sehingga Indonesia tidak perlu lagi terlalu cepat untuk mengikuti arus global, tapi juga tidak terlalu lamban dalam proses meningkatkan kualitas pendidikan. Kualitas Pendidikan dapat dimulai dari pendidik yang harus memiliki sertifikat ke-profesional-an, peningkatan fasilitas sarana dan prasarana bagi sekolah-sekolah, dan birokrasi yang jujur dan adil serta didukung dengan sistem pendidikan yang sesuai dengan keadaan masyarakat Indonesia.
Akibat globalisasi juga mengakibatkan adanya kompetisi/persaingan didalam dunia pendidikan karena kemajuan teknologi dan informasi. Bahkan sering terjadi kompetisi yang liar yang disebabkan oleh adanya aturan tidak beres pada birokrasi pendidikan, intervensi kepentingan modal raksasa, sekolah kurang mendapat perhatian yang layak dari pemerintah. Bagi instansi pendidikan yang mampu bersaing akan memperoleh hasil yang baik dan diakui oleh dunia luar. Bagi instansi yang belum siap bersaing akan mengalami tekanan dan banyak yang berjalan ditempat saja.
                Globalisasi pendidikan juga membawa dampak adanya kesenjangan sosial didalam dunia pendidikan, karena hanya orang-orang yang mempunyai modal lebih besar saja yang dapat menikmati kualitas pendidikan dengan standar internasional. Oleh karena itu, Indonesia harus bisa mengimbangi antara globalisasi dengan keadaan bangsa Indonesia dari semua aspek, entah ekonomi, kualitas pendidik, materi wajib, kurikulum, dan sebagainya. Globalisasi memiliki dampak tersendiri bagi dunia pendidikan, dan dampak tersebut ada yang positif dan ada yang negatif.
Kemitraan Instansi Pendidikan dengan Keluarga
            Kerja sama antara sekolah dan keluarga perlu ditingkatkan supaya tidak terjadi kontradiksi atau ketidak selarasan antara nilai-nilai yang harus dipegang teguh oleh anak-anak di Instansi Pendidikan dan yang harus mereka ikuti di lingkungan keluarga atau masyarakat. Suasana kehidupan di Instansi pendidikan dan di rumah mempengaruhi perkembangan kepribadian anak, karena hal itu merupakan wahana penyempitan nilai-nilai yang akan dijadikan acuan oleh anak sebagai tindakanya.[1]
            Pendidikan nilai dan spiritualitas di lingkungan keluarga dan sekolah memang memerlukan berbagai inovasi, guna mengatasi masalah yang kita hadapi saat ini dan mengantisipasi masalah yang mungkin muncul pada masa yang akan datang. Karena masalah besar hanya mungkin dapat diatasi secara bersama-sama dan dengan koordinasi yang bagus, maka perlu dipikirkan kemungkinan diciptakannya suatu bentuk kemitraan antara instansi Pendidikan dengan keluarga dalam melaksanakan pendidikan Nilai dan Spiritualitas,yang secara relatif sesuai dengan tantangan masa kini dan masa yang akan datang. [2]
Pendidikan dan Pemerintahan
            Pemerintah Indonesia telah menggariskan dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran itu didalam undang-undang nomer 12 tahun 1945. terutama Pasal 3 dan 4 yang berbunyi sebagai berikut:
Pasal 3 :           Tujuan Pendidikan dan Pengajaran ialah membentuk manusia yang cakap dan                    warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab tentang kesejahteraan                   masyarakat dan tanah air.
Pasal 4 :           Pendidikan dan Pengajaran berdasarkan atas asas-asas yang termaktub dalam                     "Pancasila" Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia dan atas                                     kebudayaan kebangsaan Indonesia.
Kalau kita meneliti apa yang tercantum pada pasal-pasal di atas, nyatalah apa yang menjadi tugas pendidikan itu.[3]
Isu tentang pasar global
            Alam era global, barang, jasa, dan produk dari berbagai Negara akan masuk dan saling berkompetisi dengan produk local. Arus keluar masuk barang dan jasa tidak lagi dibatasi. Di wilayah-wilayah regional dibentuk pasar bersama, misalnya di Asia dengan pemberlakuan AFTA (ASEAN Free Trade Area) 2003, di Amerika dengan NAFTA.
            Hal ini sangat berpengaruh sekali dengan kesiapan pemerintah dalam menanggulangi akan datangnya pasar global terutama di asia yang kita kenal nengan MEA. Apa bila Negara tidak memiliki patokan yang jelas untuk menghadapi MEA atau yang lainnya niscaya kita akan menjdi pembantu di negri kita sendiri yang tentunya ini akan berakibat pada lemahnya perekonomian dan sumberdaya manusia di Indonesia. Bukan hanya itu pran politik kia di pasar dunu akan makin melemah sehingga akan terjadi keterpurukan pada landasan politik di Indonesia.Maka Peranan Pendidikan Juga sangat Penting untuk Mencetak generasi yang cerdas agar dapat bersaing dalam Pasar Global tersebut.[4]
PENUTUP
A.        Kesimpulan
            Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia.
B.        Saran
Penulis memberikan saran yang ditujukan untuk :
1.      Masyarakat / Orang Tua
            Melakukan pengawasan setiap detik, namun dapat dilakukan dengan menanyakan siapa teman bermain, menanyakan keadaan anak pada guru di sekolah dan lain sebagainya agar orang tua memperhatikan kepentingan anaknya dalam hal pendidikan sehingga pendidikan berjalan dengan lancar.
2.      .Pemerintah
            Pemerintah harus menganggarkan dana yang cukup untuk keperluan pendidikan serta Meningkatkan nilai pendidikan di Indonesia dan memperhatikan dampak yang terjadi dari Globalisasi.


[1] Darmiyati Zuchdi, Humanisasi Pendidikan,Jakarta cet.ketiga,Bumi Aksara,2009. hal, 133.
[2] Ibid., hal, 134
[3] Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidian teoritis dan praktis, Bandung cet kesembilan 2009, hal 27
[4] Hitt, Michael A., Ireland, R.Duane & Hoskisson, Robert E. 2001. ManajemenStrategi: Daya Saing dan Globalisasi. Jakarta: Salemba Empat. hal, 21.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar