PENDIDIKAN
DAN GLOBALISASI DI INDONESIA
IZZUDDIN MUHAMMAD
IAIN Tulugagung Jl. Mayor Sujadi
Timur 46 Tulungagung
redhenk313.blogspot.co.id
Latar Belakang
Masyarakat
Indonesia, dalam era globalisasi ini tidak dapat menghindar dari arus derasnya kompleksitas
perubahan (Inovasi) sebagai akibat canggihnya teknologi informasi,
telekomunikasi , tatanan ekonomi dunia yang mengarah pada pasar bebas,serta
tingkat efisiensi dan kompetitif yang tinggi di berbagai bidang kehidupan.
Suka/ tidak suka, mau/tidak bangsa Indonesia harus mengikutinya jika tidak akan
ketinggalan dan mungkin disebut Negara “primitif”.
Pendahuluan
Pengaruh
Globalisasi sangat berpengaruh pada Masyarakat Indonesia, Arus globalisasi
begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh
globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut
telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa
Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan
sehari- hari anak muda sekarang.
Pengaruh
dari Globalisasi
Pengaruh
yang ditimbulkan globalisasi pada suatu bangsa terjadi di berbagai bidang,
antara lain : bidang ekonomi, politik, bidang social budaya, bidang pertahanan
dan keamanan, bidang agama, bidang pendidikan, dan sebagainya. Globalisasi bisa
dianggap sebagai penyebaran dan intensifikasi dari hubungan-hubungan bidang di
atas yang menembus sekat-sekat geografis ruang dan waktu. Dengan demikian,
globalisasi hampir melingkupi semua hal yang berkaitan dengan ekonomi, politik,
kemajuan teknologi, informasi, komunikasi, transportasi, dll. Dimulai Dari cara
berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang
cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang
memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara
berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak
ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih
suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak
remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan
sesuai dengan kepribadian bangsa.
Teknologi
internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat
diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi
santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita
memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat
kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak
semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja,
ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat
menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan
handphone.
Di
bidang pendidikan, globalisasi memiliki dampak yang besar bagi perubahan
pendidikan, baik secara sistem maupun kurikulum yang diajarkan. Globalisasi
pendidikan di Indonesia juga ditandai oleh ambivalensi yaitu berada pada
kebingungan, karena ingin mengejar ketertinggalan untuk menyamai kualitas
pendidikan Internasional, kenyataannya Indonesia belum siap untuk mencapai
kualitas tersebut. Padahal kalau tidak ikut arus globalisasi ini Indonesia akan
semakin tertinggal.
Namun,
apa yang terjadi jika Indonesia tetap memaksakan dirinya untuk mengikuti arus
globalisasi? Globalisasi pendidikan di Indonesia akan tambah tidak adanya
kejelasan. Hal ini dikarenakan sistem pendidikan selalu berubah-ubah mengikuti
perkembangan arus globalisasi yang tidak diimbangi dengan keadaan mayarakat
Indonesia yang sedang dilanda “krisis moral atau hilangnya identitas atau jati
diri” manusia serta “krisis ekonomi” yang sampai sekarang tak kunjung-kunjung
selesai. Sehingga pengaruh global dalam pendidikan tidak dapat diterima secara
menyeluruh oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Hal ini ditandai dengan
pendidikan yang selalu mengikuti arus globalisasi yang dapat meningkatkan
kualitas pendidikan di Indonesia setingkat dengan kualitas pendidikan Internasional,
tetapi pada kenyataannya Indonesia belum siap untuk mengikuti arus tersebut
sehingga kualitas pendidikan di Indonesia masih tertinggal. Inilah yang
sekarang menjadi problematika pendidikan di Indonesia.
Sebaiknya
bagaimana menyelesaikan permasalahan tersebut? Haruslah pendidikan di Indonesia
memilki pemimpin yang paham akan keadaan Indonesia di atas yaitu yang sedang di
landa krisis moral atau hilangnya identitas atau jati diri manusia serta krisis
ekonomi. Sehingga Indonesia tidak perlu lagi terlalu cepat untuk mengikuti arus
global, tapi juga tidak terlalu lamban dalam proses meningkatkan kualitas
pendidikan. Kualitas Pendidikan dapat dimulai dari pendidik yang harus memiliki
sertifikat ke-profesional-an, peningkatan fasilitas sarana dan prasarana bagi
sekolah-sekolah, dan birokrasi yang jujur dan adil serta didukung dengan sistem
pendidikan yang sesuai dengan keadaan masyarakat Indonesia.
Akibat globalisasi juga mengakibatkan
adanya kompetisi/persaingan didalam dunia pendidikan karena kemajuan teknologi
dan informasi. Bahkan sering terjadi kompetisi yang liar yang disebabkan oleh
adanya aturan tidak beres pada birokrasi pendidikan, intervensi kepentingan
modal raksasa, sekolah kurang mendapat perhatian yang layak dari pemerintah.
Bagi instansi pendidikan yang mampu bersaing akan memperoleh hasil yang baik
dan diakui oleh dunia luar. Bagi instansi yang belum siap bersaing akan
mengalami tekanan dan banyak yang berjalan ditempat saja.
Globalisasi
pendidikan juga membawa dampak adanya kesenjangan sosial didalam dunia
pendidikan, karena hanya orang-orang yang mempunyai modal lebih besar saja yang
dapat menikmati kualitas pendidikan dengan standar internasional. Oleh karena
itu, Indonesia harus bisa mengimbangi antara globalisasi dengan keadaan bangsa
Indonesia dari semua aspek, entah ekonomi, kualitas pendidik, materi wajib,
kurikulum, dan sebagainya. Globalisasi memiliki dampak
tersendiri bagi dunia pendidikan, dan dampak tersebut ada yang positif dan ada
yang negatif.
Kemitraan
Instansi Pendidikan dengan Keluarga
Kerja sama
antara sekolah dan keluarga perlu ditingkatkan supaya tidak terjadi kontradiksi
atau ketidak selarasan antara nilai-nilai yang harus dipegang teguh oleh
anak-anak di Instansi Pendidikan dan yang harus mereka ikuti di lingkungan
keluarga atau masyarakat. Suasana kehidupan di Instansi pendidikan dan di rumah
mempengaruhi perkembangan kepribadian anak, karena hal itu merupakan wahana
penyempitan nilai-nilai yang akan dijadikan acuan oleh anak sebagai tindakanya.[1]
Pendidikan
nilai dan spiritualitas di lingkungan keluarga dan sekolah memang memerlukan
berbagai inovasi, guna mengatasi masalah yang kita hadapi saat ini dan
mengantisipasi masalah yang mungkin muncul pada masa yang akan datang. Karena
masalah besar hanya mungkin dapat diatasi secara bersama-sama dan dengan
koordinasi yang bagus, maka perlu dipikirkan kemungkinan diciptakannya suatu
bentuk kemitraan antara instansi Pendidikan dengan keluarga dalam melaksanakan
pendidikan Nilai dan Spiritualitas,yang secara relatif sesuai dengan tantangan
masa kini dan masa yang akan datang. [2]
Pendidikan
dan Pemerintahan
Pemerintah
Indonesia telah menggariskan dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran
itu didalam undang-undang nomer 12 tahun 1945. terutama Pasal 3 dan 4 yang berbunyi
sebagai berikut:
Pasal 3 : Tujuan Pendidikan dan Pengajaran ialah membentuk manusia
yang cakap dan warga
negara yang demokratis serta bertanggung jawab tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah air.
Pasal 4 : Pendidikan dan Pengajaran berdasarkan atas asas-asas yang
termaktub dalam "Pancasila"
Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia dan atas kebudayaan kebangsaan Indonesia.
Kalau kita meneliti apa yang tercantum
pada pasal-pasal di atas, nyatalah apa yang menjadi tugas pendidikan itu.[3]
Isu
tentang pasar global
Alam
era global, barang, jasa, dan produk dari berbagai Negara akan masuk dan saling
berkompetisi dengan produk local. Arus keluar masuk barang dan jasa tidak lagi
dibatasi. Di wilayah-wilayah regional dibentuk pasar bersama, misalnya di Asia
dengan pemberlakuan AFTA (ASEAN Free Trade Area) 2003, di Amerika dengan NAFTA.
Hal
ini sangat berpengaruh sekali dengan kesiapan pemerintah dalam menanggulangi
akan datangnya pasar global terutama di asia yang kita kenal nengan MEA. Apa
bila Negara tidak memiliki patokan yang jelas untuk menghadapi MEA atau yang
lainnya niscaya kita akan menjdi pembantu di negri kita sendiri yang tentunya
ini akan berakibat pada lemahnya perekonomian dan sumberdaya manusia di
Indonesia. Bukan hanya itu pran politik kia di pasar dunu akan makin melemah
sehingga akan terjadi keterpurukan pada landasan politik di Indonesia.Maka
Peranan Pendidikan Juga sangat Penting untuk Mencetak generasi yang cerdas agar
dapat bersaing dalam Pasar Global tersebut.[4]
PENUTUP
A. Kesimpulan
Globalisasi
adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas
wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang
dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya
sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi
bangsa-bangsa di seluruh dunia.
B. Saran
Penulis memberikan saran yang ditujukan
untuk :
1.
Masyarakat / Orang Tua
Melakukan
pengawasan setiap detik, namun dapat dilakukan dengan menanyakan siapa teman
bermain, menanyakan keadaan anak pada guru di sekolah dan lain sebagainya agar
orang tua memperhatikan kepentingan anaknya dalam hal pendidikan sehingga pendidikan
berjalan dengan lancar.
2.
.Pemerintah
Pemerintah
harus menganggarkan dana yang cukup untuk keperluan pendidikan serta Meningkatkan
nilai pendidikan di Indonesia dan memperhatikan dampak yang terjadi dari
Globalisasi.
[1]
Darmiyati Zuchdi, Humanisasi Pendidikan,Jakarta cet.ketiga,Bumi Aksara,2009.
hal, 133.
[2] Ibid.,
hal, 134
[3] Ngalim
Purwanto, Ilmu Pendidian teoritis dan praktis, Bandung cet kesembilan 2009, hal
27
[4] Hitt,
Michael A., Ireland, R.Duane & Hoskisson, Robert E. 2001.
ManajemenStrategi: Daya Saing dan Globalisasi. Jakarta: Salemba Empat. hal, 21.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar